Wepeka
1 dari 4
Berita#branding 29 hari lagi di tembok

McLaren Ganti Logo, Warisan Bruce McLaren Jadi Sorotan

oleh Tim Wepeka30 Sep 2026 3 min 7 dibaca

McLaren merilis identitas baru yang menyatukan Racing dan Automotive. Logo ini diambil dari papan nama bengkel keluarga Bruce McLaren, tapi menuai kritik karena dianggap terlalu minimalis.

McLaren punya wajah baru. Pabrikan mobil mewah asal Inggris itu merilis identitas merek yang diperbarui, menyatukan McLaren Automotive dan McLaren Racing dalam satu ekspresi visual. Logo baru ini pertama kali diperkenalkan pada September 2026 dan langsung jadi bahan perbincangan di dunia maya. Ada yang memuji, tidak sedikit juga yang mengkritik.

Yang menarik, logo ini bukan sekadar desain baru. Huruf dan tata letaknya meniru papan nama bengkel milik orang tua pendiri McLaren, Bruce McLaren, di Remuera, Auckland, Selandia Baru. Di bengkel itulah Bruce muda membangun mobil balap pertamanya, sebuah Austin 7 Ulster tahun 1929 yang ia rakit saat berusia 14 tahun. Jadi, identitas baru ini sebenarnya justru mengajak McLaren kembali ke titik nol.

Kenapa Ini Penting buat Pemilik Brand

Bagi kamu yang sedang membangun merek, langkah McLaren ini memberi pelajaran soal keseimbangan antara warisan dan masa depan. McLaren menyebut identitas baru ini sebagai jembatan antara warisan yang membanggakan dan ambisi ke depan. David Woodhouse, Chief Creative Officer McLaren Automotive, bilang evolusi identitas visual ini menangkap semangat perusahaan yang tidak pernah puas mengikuti jalur yang sudah ada.

Lou McEwen, Chief Marketing Officer McLaren Racing, menambahkan bahwa identitas baru ini merayakan simbol dan cerita yang sudah dikenal penggemar, mitra, dan tim, sekaligus memberi ekspresi yang lebih terhubung untuk langkah selanjutnya. Kalimat itu penting. Sebab, saat sebuah merek tumbuh, godaan terbesarnya adalah melupakan akar ceritanya.

Kritik yang Muncul

Meski punya dasar historis yang kuat, logo baru ini tidak langsung diterima. Di Reddit dan Instagram, banyak penggemar motorsport dan pengamat desain menganggap hurufnya terlalu tipis dan jaraknya terlalu lebar. Mereka menilai tampilannya lebih mirip logo merek kosmetik, parfum, atau butik fesyen mewah ketimbang merek supercar berperforma tinggi.

Kritik lain menyorot hilangnya kesan kecepatan. Logo lama yang miring dan padat secara alami memberi kesan melaju. Sementara struktur sans-serif yang datar dianggap terlalu statis untuk merek yang dibangun di atas balapan dan tenaga besar. Perbandingan dengan rebranding kontroversial merek mobil lain, terutama Jaguar, ikut memperkeruh suasana.

Baca selengkapnya di Wepeka Community

Daftar gratis buat lanjut baca artikel ini, plus akses Library, Forum, dan reward XP.

Buat akun gratisSudah punya akun? Masuk